by

Rambu Solo’ – Mengantar Jiwa Si Mati Orang Toraja

Rambu Solo’ adalah upacara kematian yang dilakukan oleh seluruh lapisan sosial masyarakat Toraja. Secara harfiah, Rambu Solo berarti asap yang arahnya ke bawah. Asap yang arahnya ke bawah artinya ritus-ritus persembahan (asap) untuk orang mati yang dilaksanakan sesudah pukul 12 ketika matahari mulai bergerak menurun. Rambu solo’ sering juga disebut Aluk Rampe Matampu’, ritus-ritus di sebelah barat, sebab sesudah pukul 12 matahari berada di sebelah barat. Oleh karena itu ritus-ritus persembahan dilaksanakan di sebelah barat Tongkonan, rumah adat Toraja. Tidak ada undangan khusus bagi orang-orang yang akan menghadiri ritus ini. Setiap masyarakat Toraja menyadari bahwa mereka terhisab dalam persekutuan masyarakat Toraja, dan nilai-nilainya hanya dapat dihayati secara benar dan eksistensial oleh orang Toraja.

Upacara Rambu Solo’ diyakini telah berkembang sejak jaman purbakala. Hal ini karena rambu solo adalah bagian yang integral dengan sistem kepercayaan masyarakat Toraja kuno yang disebut aluk tadolo.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed