by

Toraja Dipilih sebagai bahan kajian Pembudayaan Pancasila

-Berita-220 views

Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) bersama Tim Kajian Pembudayaan Pancasila tiba di Tana Toraja dalam rangkaian kunjungan kerja pengkajian Budaya Toraja sebagai Budaya untuk Membudayaan Pancasila.

Kunjungan kerja Wantimpres bersama Tim Kajian Pembudayaan Tana Toraja digelar di Ruang Pola Kantor Bupati Tana Toraja, Rabu, 28 Agustus 2019.

Di hadapan ratusan masyarakat Toraja yang hadir dari berbagai elemen, Sekretaris Wantimpres, Julie Trisnadewani, selaku Ketua Tim menyampaikan kekagumannya dengan menyebut Tana Toraja adalah Wajah Indonesia.

Julie mengaku jika Filosofi “Toraja Perekat Bangsa” sudah sangat tepat sekali sehingga tidak salah Wantimpres dan Tim Kajian Pembudayaan Pancasila memilih Toraja sebagai bahan kajian Pembudayaan Pancasila.

Salah satu Anggota Tim Kajian Pembudayaan Pancasila yang hadir bahkan menyebut Toraja sangat layak disebut sebagai Laboratorium Pancasila.

Ada beberapa hal yang akan menjadi kajian Wantimpres dan Tim Kajian Pembudayaan Pancasila di Tana Toraja, diantaranya bagaimana budaya Toraja membangun kerukunan, keharmonisan, dan kearifan.

Kunjungan kerja Wantimpres dan Tim Kajian Pembudayaan Pancasila diisi dengan kegiatan diskusi dan pemaparan nilai-nilai kearifan tradisional budaya Toraja dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada rombongan Wantimpres dan tim KPP di Toraja.

Lebih lanjut dikatakan Nicodemus, dalam pertemuan ini semua lembaga keumatan di Tana Toraja hadir, sesuai dengan tema budaya Toraja pereket bangsa. Walaupun kita berbeda-beda tetapi kita satu dalam bingkai NKRI dan dasar negara Pancasila.

“Saya berharap dengan kehadiran Wantimpres di Toraja bisa berdialog bersama dengan tokoh masyarakat Toraja, agar kita terus mengikatkan diri dalam bingkai RI,” pungkas Nicodemus.

Pemaparan materi diawali tentang hubungan Budaya Toraja, Agama dan Pancasila dari pemuka agama Katolik, pemuka agama Kristen , Ketua MUI Tana Toraja, dan pemuka agama Aluk Toraja (agama asli Toraja) lalu dilanjutkan dengan diskusi tentang adat dan istiadat Toraja. (*)

News Feed