by

Kopi Toraja, Exceptional Single Origin

-Berita-684 views

Seperti apa rasanya kopi Indonesia? Manis dengan aroma spicy, buah-buahan, dan clean.

Saya yakin itu bukan jawaban yang anda harapkan. Faktanya, belum lama ini, saya juga memikirkannya. kebanyakan orang lebih terbiasa dengan kopi Sumatra, dengan karakter rasa yang earthy dan gurih.

Kemudian saya mecoba sendiri mencicipi kopi tersebut. Berasal dari Toraja, Sulawesi, sebuah pulau di sebelah timur pulau Kalimantan. Dan ketika saya mulai mengeksplore lebih lanjut, saya menemukan bahwa wilayah kecil di dunia ini terkenal dengan “cup profil” yang sangat luar biasa. Izinkan saya untuk memperkenalkannya kepada anda.

KOPI TORAJA, SULAWESI & S795

Dari setiap kenikmatan secangkir kopi, ada berbagai variabel yang menjadikannya istimewa, seperti: lokasi, varietas, metode pemrosesan, ketinggian, dan banyak lagi. Toraja adalah daerah pegunungan yang dihuni oleh kelompok etnis Toraja. Seperti sebagian besar Indonesia, daerah ini adalah lokasi yang basah dan lembab.

Benji Salim dari The Q Coffee Trading membeli kopi Toraja melalui perdagangan langsung atau Direct Trade. Dia memberi tahu saya, “Toraja adalah daerah khusus di mana kopi tertanam dalam budaya Toraja“.
Itu dibawa oleh Belanda pada pertengahan abad ke-19, dan diambil pada tahun 1970-an. Pada 1990-an, industri ini berkembang pesat. Hari ini, ini sangat populer di Jepang; Benji memberi tahu saya, “Kopi specialty Toraja utamanya diekspor ke Jepang oleh Key Coffee”.

90% kopi di Indonesia adalah Robusta, sebagai hasil dari penimbunan dedaunan yang telah lapuk pada tahun 1900-an. Namun, menurut Café Imports, 95% kopi yang ditanam di Toraja adalah Arabika yang lebih manis dan lebih kompleks.

Anda akan sering menemukan kultivar S795 (atau “Jember”) di sini – salah satu strain Arabika paling awal untuk menunjukkan ketahanan terhadap karat daun. Ini sering digambarkan memiliki cita rasa manis, seperti sirup maple atau gula merah.

indonesian coffee
Toraja microlots separated into P, A, and AA. Credit: The Q Coffee Trading

METODE PRODUKSI & PENGOLAHAN YANG KETAT

Perusahaan Jepang-Indonesia Toarco Toraja telah menetapkan standar produksi yang ketat untuk produsen yang bekerja sama dengannya. Ini termasuk pengambilan secara selektif, kondisi penyimpanan, transportasi, dan persyaratan tingkat kelembaban.

Sedangkan untuk pemrosesan, metode yang paling umum di Indonesia adalah Wet Hulling. Ini adalah proses yang keras yang rentan terhadap cacat, tetapi memastikan kopi tidak berfermentasi di iklim Indonesia yang basah. Namun, Toarco Toraja juga mencoba Horizontal dryers dari Kolombia.

Cupping coffees from Toraja, Sulawesi. Credit: The Q Coffee Trading

PROFIL RASA KOPI TORAJA: SWEET & SPICED

Jadi, apa efeknya dalam cangkir ini? Nah, sebagai permulaan, Anda bisa merasakan manisnya S795.

Saya berbicara dengan Ralf Rueller, pendiri The Barn Coffee Roasters di Berlin, tentang pengalamannya dengan kopi Toraja. Dia hanya membeli kopi yang memiliki grade 86 atau lebih, dan telah bekerja dengan kopi dari wilayah ini selama empat tahun terakhir.

Baginya, kopi ini memiliki rasa dark cherry dan spicy, seperti pala, manisnya gula, dan big body. Namun, masih ada beberapa kesamaan dengan kopi tradisional Indonesia. Ralf mengatakan bahwa ketika ia dan timnya mencoba cupping untuk pertama kali, mereka merasakan gurih. Sebelumnya, mereka mengira itu adalah defect, namun kemudian mereka sadar bahwa itu adalah karakteristik dari profil rasanya.

Dia membandingkan kopi Toraja dengan model yang menarik secara tidak konvensional. ini bukan kesempurnaan, tetapi ada sesuatu yang menarik tentang kopi yang membuat Anda kembali ke sana.

Mauricio Murillo, seorang juri cupping internasional, juga telah mencoba kopi Sulawesi. Dia menggambarkannya seperti sangat fruity, tetapi juga sekaligus sangat earthy.

Dan Prawira Adhiguna, specialty coffee roaster in Bali, mengatakan bahwa “kopi Toraja memiliki tempat khusus di Jepang, AS, dan beberapa negara Eropa karena jenis kopi ini “menjembatani” peminum kopi jadul yang suka karakter big body dan syrup, dengan peminum kopi yang lebih modern yang menyukai rasa fruity yang enak dan clean.”

Dan bagi Benji Salim, Dia memberi tahu saya, “Profil yang saya tahu adalah karamel kacang manis, medium body dan lembut, dengan keasaman yang mirip pada buah jeruk dan buah markisa. dengan aroman cinnamon dan cengkeh di hidung, serta kakao di aftertastenya. kopi yang sangat iistimewa dan seimbang.

indonesian coffee
Indonesian coffee cupping session. Credit: The Q Coffee Trading

Benji menutup perbincangan dengan mengatakan kepada saya bahwa “ini adalah secangkir kopi yang mewakili kopi spesial dan sesuatu yang benar-benar Toraja.”

terima kasih kepada Benji Salim dari Q Coffee Trading, Ralf Rueller dari The Barn Coffee Roasters, Prawira Adhiguna dari Hungry Bird Coffee Roastery, dan Mauricio Murillo dari Mr. Coffee.

source:perfectdailygrind

News Feed